Pangeran Malaysia, Pernah Lukai Alat Vital Manohara

Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan putra Raja Kelantan, Malaysia, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry terhadap sang istri, model cantik Manohara Odelia Pinot masih terus bergulir.



Bahkan, dugaan Pangeran Kelantan tersebut telah melakukan tindak kekerasan terhadap m model blesteran Prancis-Bugis itu makin ramai jadi perbincangan. Beberapa media massa Tanah Air menyebutkan bila alat vital Manohara sengaja dilukai dengan menggunakan benda tajam.

Ny. Daisy sendiri mengaku mendengar informasi itu dari beberapa pihak yang dilansir mengetahui masalah tersebut.

”Dugaan-dugaan itu, ya saya sudah denger dari beberapa sumber. Dari beberapa informasi itulah makanya saya amat sangat mau ketemu Manohara, jangan sampe terlambat, jangan sampe dia sudah mati,” ujar nyonya Daisy Fajaria saat mengadu ke Kantor Komnas HAM dan Perempuan, Kamis (23/04).


Ya, Kamis (23/04) kemarin, Ny. Daisy Fajaria, ditemani kuasa hukumnya, Yuri A Dharma, SH, mendatangi Kantor Komnas HAM dan Perempuan untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi oleh putrinya.

“Upaya-upaya yang disampaikan kepada Komnas Perempuan adalah adanya pelanggaran hak asasi yang sifatnya pemutusan komunikasi antara ibu dan anak. Dugaan adanya kekerasan yang dilakukan suaminya itu baru dugaan,” ujar Yuri A Dharma, SH.

Sayangnya, pihak Komnas HAM sendiri menolak memberikan keterangannya tanpa memberikan alasan yang jelas.

Ny. Daisy merasa perlu memperjuangkan nasib sang putri karena sejak Manohara menikah 26 Agustus 2008 lalu, ia tak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan sang buah hati. Diduga, selama menjadi istri Fakhry, Manohara telah dianiaya.

Dilanjutkan Daisy, Manohara menikah saat masih berusia 17 tahun. Namun, pernikahan mereka tersebut ia nilai sedikit janggal. Pasalnya, pihak kerajaan Kelantan meminta keluarga Manohara segera meresmikan hubungan pernikahan tersebut. Padahal, wali nikah dari pihak manohara, yaitu sang ayah tidak ada.

”Saya ke sana tidak ada rencana menikahkan. Saya diundang baik-baik. Raja mau melihat Manohara yang sudah dua tahun mengenal Tengku. Saat pertemuan itu, raja tiba-tiba bilang mau menikahkan. Lalu saya bilang, saya undang mereka untuk silahturahmi dan untuk adakan lamaran. Sampai sekarang itu mereka belum penuhin. Bahkan ayah Manohara tidak ada. Tidak ada wali pada saat itu,” jabar Ny. Daisy.

Sebagai ibu, hati Ny. Daisy benar-benar sedih, karena seiring berjalannya waktu, Manohara tidak mendapatkan kebahagiaan seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Bahkan, Daisy juga pernah dicekal pihak kerajaan agar tidak bisa masuk ke negara Malaysia. ”Yah itulah, pihak kerajaan meminta saya untuk bersedia menerima apartemen seharga 10 miliar dan menanyakan kepada saya, ’Ibu mau uang berapa ? Tapi lupakan Manohara. Itu yang saya tidak bisa terima,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Daisy berharap kedatangannya ke Komnas HAM dapat ditindaklanjuti dengan baik oleh pihak-pihak terkait. Sangking sedihnya, usai memberikan keterangan di kantor Komnas HAM di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Ny. Daisy sempat jatuh pingsan.

Kesedihan yang sama juga dirasakan Raditya sebagai sahabat Manohara. Menurut Raditya, soal adanya kekerasan yang dialmi Manohara itu benar adanya.

Raditya berani mengatakan hal itu lantaran ia mengaku pernah jalan dengan Manohara dan suaminya di Malaysia. Saat jalan bareng itulah, ia melihat sendiri kalau sahabatnya itu di perlakukan dengan tidak baik.

”Sebagai sahabat aku selalu berusaha untuk membujuk dia berbaikan dengan suaminya. Tapi kata Manohara, suaminya memperlakukannya dengan kasar,” jelas Raditya.

Berita menyangkut Manohara ini, ternyata membuat pihak Fachry gerah. Kamis (23/04) malam kemarin sempat tesiar kabar kalau salah satu wakil dari keluarga kerajaan itu bakal memberikan keterangan di daerah Pakubuwono, Jakarta Selatan. Namun, hingga dini hari orang yang dimaksud tidak kunjung datang.

Belakangan, diam-diam salah seorang kerabat kerajaan yang bernama M Ikbal Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada sejumlah media internet dikawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Dalam penjelasannya, Ikbal Ismail Fahmi membantah semua ucapan Nyonya Daysi. Ia memastikan kalau Manohara diperlakukan cukup baik, sebagai seorang istri Pangeran.

Menurut Yohana, salah satu pemerhati masalah kekerasan terhadap perempuan dari lembaga bantuan hukum APIK di Jakarta, pihaklnya sangat menyayangkan apa yang dialami Manohara. Apalagi hal itu dilakukan oleh seorang Pangeran

0 comments:

Post a Comment

Archives